Bukan Cuma Pisang Epe! Kafe Estetik Makassar ‘Sambar’ Panggung Wisata, Jadi Magnet Baru Anak Muda

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

13/05/2025

(Makassar, 14 Mei 2025) – Kalau bicara Makassar, pikiran kita biasanya langsung lari ke ombak cantik di Pantai Losari atau sepiring Coto yang panas mengepul. Tapi, tena (jangan) salah, Rosa! Ada fenomena baru yang kini bikin Kota Daeng makin keren: kafe-kafe baru yang muncul bak jamur, tapi dengan desain yang luar biasa estetik dan punya konsepnya masing-masing.

Kafe-kafe ini bukan cuma tempat nongkrong biasa. Mereka ini sudah naik kasta jadi destinasi wisata kreatif baru yang sukses memikat hati, terutama kaum milenial dan Gen Z dari dalam maupun luar kota.

Dari WFA Sampai Foto Pre-Wed

Coba ko lihat, Rosa. Kafe sekarang ini berlomba-lomba menawarkan pengalaman, bukan sekadar kopi. Ambil contoh Mark Trees Cafe. Siapa sangka, di tengah kota yang panas, ada kafe dengan konsep taman tropis yang sangat asri.

“Dulu, kafe itu cuma tempat ketemu. Sekarang, kafe sudah jadi spot foto, bahkan ada yang bilang cocok untuk pre-wedding! Ini menunjukkan bahwa kafe punya daya tarik visual yang kuat sekali,” kata Rahmat, seorang pegiat kuliner lokal.

Tak cuma itu, tuntutan zaman Work From Anywhere (WFA) juga direspon cepat. Kafe seperti Cocospace dan Kaldi House hadir dengan fasilitas yang nyaman, Wi-Fi kencang, dan suasana yang mendukung untuk kerja.

“Saya ke sini bukan cuma mau minum kopi, tapi memang untuk kerja. Suasananya bikin ide mengalir. Ini kan jauh lebih produktif daripada di rumah terus,” ujar Fiqri, seorang freelancer desain yang ditemui di salah satu coffee shop kawasan Ratulangi.

Lokal Punya Gaya Internasional

Pemerintah Kota Makassar sendiri melihat tren ini sebagai sinyal positif. Dinas Pariwisata secara terbuka menyebut bahwa pertumbuhan coffee shop adalah bagian dari upaya promosi wisata kreatif. Mereka percaya, kafe-kafe ini memberi image Makassar yang modern, up-to-date, dan sangat terbuka.

“Kami sangat mendukung. Ini motor penggerak ekonomi kreatif. Kafe-kafe ini mengangkat produk lokal, terutama kopi-kopi dari Sulsel, tapi disajikan dengan kemasan dan suasana berstandar internasional,” jelas seorang perwakilan dari dinas terkait.

Dengan berbagai konsep unik—mulai dari nuansa Bali, sky garden, hingga co-working space—kini itinerary wajib bagi wisatawan muda yang ke Makassar adalah “Kafe Hopping (keliling kafe).

Kesimpulannya? Jangan lagi cuma cari ikon lama. Makassar kini punya daya tarik baru, yaitu kafe-kafe estetik yang sukses meramu kopi lokal, desain keren, dan suasana produktif menjadi magnet wisata yang tak bisa ko tolak!

Share To:

LANGGANAN DI SUREL KAMI

Tetap selalu update dengan langganan dengan kami. Anda akan mendapatkan email berita terbaru dari kami

Lintas Artikel

Olahraga

Gaya Hidup

Hiburan

Musik

Fashion

Scroll to Top