Di balik logo resmi Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-80 yang baru saja dirilis, tersimpan kisah inspiratif dari sang desainer pemenang: Bram Patria Yoshugi. Bram berhasil menyingkirkan ratusan desainer lain dalam sayembara yang diselenggarakan oleh Kemensetneg, Kemenparekraf, dan ADGI.
Kisah kemenangan Bram ini menjadi representasi nyata dari potensi talenta individu di subsektor desain grafis—salah satu pilar utama ekonomi kreatif nasional.
Proses Kreatif yang Penuh Makna
Dalam wawancaranya, Bram Patria Yoshugi membagikan cerita di balik desainnya. Karyanya tidak hanya fokus pada estetika visual, tetapi juga pada kekuatan narasi yang dapat merefleksikan identitas bangsa di usia 80 tahun kemerdekaan.
Keberhasilan Bram membuktikan bahwa orisinalitas, riset mendalam, dan pemahaman yang kuat terhadap nilai-nilai sejarah bangsa adalah kunci untuk menciptakan karya Ekraf yang memiliki dampak besar di tingkat nasional.
Apresiasi Terhadap Talenta Desain
Kemenparekraf, melalui kolaborasi dengan ADGI, secara konsisten mendorong agar talenta desain grafis memiliki panggung yang layak. Pemenang sayembara seperti Bram bukan hanya mendapat pengakuan, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi langsung pada visual utama negara.
Prestasi Bram Patria Yoshugi ini diharapkan dapat memicu semangat bagi ribuan desainer muda lainnya di seluruh Indonesia untuk berani berkompetisi, berinovasi, dan menjadikan desain sebagai karir yang tidak hanya menjanjikan secara ekonomi, tetapi juga membanggakan secara identitas nasional.
Kisah ini menegaskan bahwa setiap individu kreatif, dari mana pun asalnya, memiliki peluang yang sama untuk menorehkan sejarah bagi bangsa melalui karya Ekraf.


