MAKASSAR – Kota Makassar bersiap menyuguhkan wajah baru pariwisatanya kepada dunia. Pemerintah Kota Makassar secara resmi memperkenalkan Festival Muara, sebuah hajatan spektakuler yang digadang-gadang menjadi primadona dalam Calendar of Event (CoE) Kota Makassar tahun 2026.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menggagas langsung festival ini sebagai bentuk perayaan atas anugerah geografis Makassar yang unik—yakni pertemuan dua sungai besar, Sungai Tallo dan Sungai Jeneberang, dengan laut lepas.
Satu-satunya “Top Event”
Dalam peluncuran CoE 2026, Festival Muara sukses mencuri perhatian karena menjadi satu-satunya agenda yang masuk dalam kategori Top Event.
“Kenapa Festival Muara ini menjadi Top Event? Karena ini baru pertama kali akan kita gelar. Kita ingin memperlihatkan bahwa Makassar punya keunikan yang tidak dimiliki banyak daerah lain,” ujar Munafri penuh semangat, Senin (22/12/2025).
Dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026, festival ini bukan sekadar pesta budaya biasa. Lebih dari itu, Festival Muara dirancang untuk mengangkat identitas pesisir Makassar yang hidup dari harmoni alam, sejarah maritim, dan aktivitas masyarakatnya.
Ruang Budaya dan Ekonomi Baru
Munafri menjelaskan bahwa konsep festival ini sangat dalam. Muara sungai tidak hanya dilihat sebagai bentang alam, tetapi sebagai ruang interaksi sosial yang menyatukan kehidupan pesisir dan perkotaan.
“Kita ingin menjadikan muara sebagai ruang budaya sekaligus ruang ekonomi. Potensi yang Tuhan berikan ini harus kita kelola dengan baik untuk menunjukkan karakter asli Makassar,” tambahnya.
Dengan hadirnya Festival Muara, Pemkot Makassar berharap dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menikmati sisi lain kota ini—bukan hanya kulinernya, tapi juga eksotisme alam pesisirnya yang memukau.


