Media sosial menjadi ruang ekspresi utama anak muda Makassar selama Ramadan 2025. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, dan X dipenuhi konten bertema Ramadan yang dikemas ringan, kreatif, dan relevan dengan keseharian generasi muda.
Konten seputar ngabuburit, rekomendasi takjil, hingga suasana berbuka puasa di ruang publik Makassar menjadi yang paling banyak dibagikan. Video pendek dengan latar Pantai Losari, Car Free Day, dan kawasan kuliner lokal ramai muncul di linimasa. Selain itu, konten reflektif seperti jurnal Ramadan, self-improvement, dan rutinitas produktif selama puasa juga mulai diminati.
Tidak sedikit anak muda yang memanfaatkan momentum ini untuk membangun personal branding. Kreator lokal menghadirkan konten edukatif, tips produktivitas, hingga pesan-pesan positif dengan gaya santai dan visual menarik. Ramadan dipandang sebagai momen yang tepat untuk menyampaikan nilai tanpa kesan menggurui.
Tren ini turut berdampak pada promosi UMKM dan destinasi lokal. Banyak pelaku usaha menggandeng kreator muda untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Media sosial pun berperan sebagai jembatan antara kreativitas anak muda dan dinamika kota.
Fenomena ini menunjukkan bahwa Ramadan di Makassar tidak hanya hidup di ruang fisik, tetapi juga aktif di ruang digital.


