Bukan Sekadar Konser, Festival Musik Makassar 2025 Jadi Ajang “Melek” Hak Cipta dan Pesta UMKM

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

28/11/2025

MAKASSAR – Festival musik biasanya identik dengan hingar-bingar panggung hiburan semata. Namun, Festival Musik Makassar 2025 yang digelar di Mall Ratu Indah (MaRI), Jumat (28/11/2025), menawarkan sesuatu yang lebih bernilai.

Acara ini sukses membuktikan dirinya sebagai hub kreatif terpadu yang tidak hanya memanjakan telinga pengunjung, tetapi juga memberdayakan UMKM dan “mencerdaskan” musisi lokal soal perlindungan karya.

Dinas Pariwisata Kota Makassar merancang festival ini secara inklusif untuk memberikan panggung nyata bagi talenta lokal sekaligus menggerakkan roda ekonomi kerakyatan.

Pesta Kuliner dan Kreativitas

Atmosfer festival terasa sangat hidup dengan kehadiran 13 pelaku UMKM yang telah dikurasi. Pengunjung tidak hanya menikmati alunan musik, tetapi juga disuguhkan beragam produk menarik, mulai dari kuliner sehat (F&B), karya kriya yang unik, hingga merchandise band lokal.

“Saya sangat senang hadir di sini. Bukan sekadar untuk berbelanja di mal, tetapi bisa menikmati hiburan langsung dari musisi lokal dan jajanan yang enak-enak,” ungkap salah satu pengunjung yang antusias.

Kehadiran booth kuliner sehat turut menjadi daya tarik tersendiri, menciptakan suasana festival yang segar dan mendukung gaya hidup sehat warga Makassar.

Musisi Wajib Tahu: Hak Cipta adalah Aset!

Puncak edukasi dari acara ini tersaji dalam sesi talkshow inspiratif yang menghadirkan Nurul Setiawan, Penelaah Teknis Kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulsel.

Dalam paparannya, Setiawan menekankan bahwa karya seni bukan sekadar hobi, melainkan aset strategis yang harus dilindungi. Ia memaparkan langkah-langkah praktis melindungi karya, mulai dari pengarsipan dokumentasi awal hingga pencatatan resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI).

“Pencatatan di DJKI sangat penting sebagai bukti publikasi resmi dan memperkuat posisi hukum pencipta jika terjadi sengketa, meskipun perlindungan hak cipta sejatinya berlaku otomatis sejak karya dipublikasikan,” jelas Setiawan.

Kejar Royalti, Lindungi Masa Depan

Satu poin krusial yang dibahas adalah tentang royalti. Musisi diingatkan untuk mendaftarkan diri ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) agar bisa mendapatkan hak ekonomi dari pemutaran lagu mereka di ruang publik.

Setiawan mengajak seluruh pelaku seni di Makassar untuk memahami dua hak fundamental: hak ekonomi (hak mendapatkan manfaat finansial) dan hak moral (hak pencantuman nama dan integritas karya).

“Sudah saatnya musisi Makassar memiliki kesadaran penuh atas hak cipta. Dua hal ini adalah fondasi yang dimiliki pencipta secara eksklusif. Jangan lupa untuk mencatatkan karya ta’ semua setelah Anda berkarya,” tegasnya.

Festival Musik Makassar 2025 ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kesadaran hukum bagi para seniman lokal. Dengan melindungi hak cipta, musisi Makassar tidak hanya berkarya untuk hari ini, tetapi juga sedang membangun masa depan ekonomi mereka yang lebih cerah.

Share To:

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

MAKASSAR – Halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi mendadak berubah menjadi pusat kreativitas pada akhir pekan kemarin. Gelaran BLOOMFEST 2025 yang berlangsung selama dua

Selengkapnya »

LANGGANAN DI SUREL KAMI

Tetap selalu update dengan langganan dengan kami. Anda akan mendapatkan email berita terbaru dari kami

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

Read More »

Lintas Artikel

Olahraga

Gaya Hidup

Hiburan

Musik

Fashion

Scroll to Top