Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Teuku Riefky Harsya, menegaskan kembali bahwa masa depan ekonomi kreatif (Ekraf) nasional sangat bergantung pada fondasi infrastruktur yang kuat. Pernyataan strategis ini disampaikan dalam sesi tematik International Conference on Infrastructure (ICI) di Jakarta pada 12 Juni 2025.
Menurut Menparekraf, infrastruktur bukan hanya soal fisik, tetapi merupakan elemen krusial dalam ekosistem kolaboratif bersama pendidikan dan Ekraf untuk mendorong kemajuan perekonomian.
Strategi Tiga Pilar Kemajuan
Menparekraf menekankan bahwa pembangunan nasional harus bergerak dalam sinergi yang utuh:
- Infrastruktur yang Kuat: Menyediakan ruang fisik dan digital yang memungkinkan pembelajaran praktis, kewirausahaan, dan inovasi.
- Pendidikan dan Talenta Terampil: Mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta.
- Ekosistem yang Inklusif: Memastikan ruang-ruang kreatif dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai subsektor.
Sesi konferensi ICI secara khusus membahas bagaimana infrastruktur dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui transformasi digital, peningkatan akses, dan pengembangan kapasitas SDM di sektor kreatif.
Program Unggulan dan Perluasan KEK
Untuk mewujudkan fondasi yang kuat, Kemenparekraf memaparkan strategi utama, yaitu melalui program unggulan ASTA EKRAF. Program ini berfokus pada penguatan kapasitas talenta, pengembangan teknologi baru, dan konsolidasi ekosistem konten kreator.
Salah satu upaya strategis yang diimplementasikan adalah perluasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berfokus pada subsektor kreatif. Contohnya adalah:
- KEK Nongsa di Batam: Fokus pada subsektor animasi dan digital.
- KEK Singasari di Jawa Timur: Fokus pada pengembangan ekonomi digital.
Perluasan KEK ini bertujuan menciptakan ruang-ruang kreatif yang terpusat dan memiliki fasilitas lengkap, sehingga dapat menarik investasi dan mempercepat pertumbuhan industri Ekraf di daerah.


