Hari Terakhir Screening FFM 2025: Film Lintas Sulawesi Unjuk Gigi, dari Manado hingga Mandar

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

21/11/2025

MAKASSAR – Rangkaian sesi pemutaran film (screening) pada Festival Film Makassar (FFM) 2025 mencapai puncaknya hari ini, Jumat (21/11/2025).

Memasuki hari ketiga, atmosfer di Hotel Maxone Makassar semakin hangat. Layar lebar FFM 2025 tidak hanya diramaikan oleh sineas tuan rumah, tetapi juga kehadiran karya-karya sineas yang mewakili spektrum wilayah Sulawesi yang lebih luas.

Jika hari sebelumnya didominasi oleh karya sineas Sulawesi Selatan, hari terakhir screening ini menjadi bukti nyata tema “Suara Suara dari Timur”. Partisipasi sineas meluas mulai dari Sulawesi Barat hingga Sulawesi Utara.

Sebanyak delapan film pendek terpilih ditayangkan secara maraton mulai pukul 16.00 WITA, memperlihatkan kekayaan perspektif budaya dan narasi visual dari berbagai penjuru pulau.

Ragam Cerita dari Pelosok Sulawesi

Keberagaman menjadi sorotan utama pada sesi kali ini. Dari Sulawesi Barat, Masher Films (Polewali Mandar) menghadirkan film bertajuk Tau Tau. Sementara itu, LHR Production yang datang jauh dari Manado, Sulawesi Utara, mempersembahkan karya berjudul Tumbuh Bersama Luka.

Tuan rumah Makassar dan sekitarnya pun tak kalah produktif. Sederet judul menarik turut mengisi slot penayangan, di antaranya:

  • Asera (Alelino Productions)
  • Bangkit dari Kubur (Peci Production)
  • Malino Recording (Asaloka Films)
  • Tungke: Tanpa Uang Tanpa Cela (Go Talent Academy)

Menariknya, geliat sinema kampus juga terasa kuat dengan hadirnya Aku Bukan Boneka! Aku? Bukan Boneka? kolaborasi KOSMIK & KIFO Universitas Hasanuddin (Unhas), serta Sandwic(s)h dari Liga Film Mahasiswa Unhas.

Bedah Dapur Produksi

Selain pemutaran film, FFM 2025 hari ketiga juga membekali para sineas dengan wawasan teknis melalui sesi diskusi.

Jika hari sebelumnya membahas aspek penceritaan visual, kali ini materi bergeser ke ranah eksekusi teknis. Praktisi perfilman, Fudly, hadir sebagai pemateri sesi Sharing Session dengan topik spesifik mengenai “Production (Shooting)”.

Sesi ini mengupas tuntas tantangan dan strategi dalam proses pengambilan gambar di lapangan, memberikan bekal berharga bagi para pembuat film independen agar produksi mereka makin efisien dan berkualitas.

Kemeriahan hari terakhir screening ini kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari SG Band yang menghibur para pengunjung dan komunitas film yang hadir.

Menuju Malam Puncak

Berakhirnya sesi pemutaran film hari ini menandakan FFM 2025 segera memasuki babak akhir. Seluruh perhatian kini tertuju pada Malam Penganugerahan (Awarding Night) yang akan digelar pada Minggu, 23 November 2025.

Bertempat di Gedung Teater Menara Pinisi UNM, para sineas akan menantikan siapa yang berhak membawa pulang trofi terbaik tahun ini. Ajang ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan sinema timur untuk terus tumbuh dan bersaing di kancah nasional.

Share To:

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

MAKASSAR – Halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi mendadak berubah menjadi pusat kreativitas pada akhir pekan kemarin. Gelaran BLOOMFEST 2025 yang berlangsung selama dua

Selengkapnya »

LANGGANAN DI SUREL KAMI

Tetap selalu update dengan langganan dengan kami. Anda akan mendapatkan email berita terbaru dari kami

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

Read More »

Lintas Artikel

Olahraga

Gaya Hidup

Hiburan

Musik

Fashion

Scroll to Top