Kuliner tentu bisa dikatakan garda terdepan Ekonomi Kreatif (Ekraf), dan merupakan salah satu tulang punggung ekonomi Indonesia dan subsektor ekonomi kreatif yang paling digemari di setiap daerah terutamanya di Kota Makassar. Salah satu pelaku ekonomi kreatif dari kuliner Wiwied Nurseka berbagi cerita bagaimana hobi makan seafood atau sajian khas laut seperti ikan, udang, cumi dan lainnya mendasari akhirnya ia mencoba membuat Rumah Makan yang ia beri nama Juku Beru yang terletak di Jalan Hertasning Kota Makassar.
Usaha yang baru ia rintis mulai di tahun 2025 ini, menjadikan ikan bakar sebagai menu utamanya, bumbu khas makanan Sulawesi Selatan serta sambel menjadi standar rasa yang ia terapkan.Beragam jenis ikan tersedia seperti cepa, lamuru, baronang, kakap, sunu merah, udang hingga pepes mairo. Untuk sayur ada sayur asam, sayur santan, sayur bening, paria kambu, cah kangkung, lawa, terong bakar. Tidak hanya itu juga tersedia pelengkap makanan seperti emping, otak-otak, kerupuk udang, rempeyek kacang, kacang mete, dan kacang tanah.
Nah, biar tenggorokan tidak seret, tersedia berbagi varian fresh juice. Salah satunya jus jeruk hangat yang menjadi rekomendasi dan minuman favorit di rumah makan ini. Dan kita ketahui, Dinas Pariwisata Kota Makassar mendukung ekonomi kreatif melalui berbagai upaya, seperti pengembangan ekonomi kreatif, pemasaran pariwisata, dan pemanfaatan hak kekayaan intelektual. Ekonomi kreatif dan pariwisata saling berkaitan erat dan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Makassar.


