Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, melakukan kunjungan kerja dan diskusi informal di Paviliun Kriya Nusantara, Bandung, pada 10 Juni 2025. Kunjungan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha dalam mendorong pertumbuhan Ekraf di Jawa Barat (Jabar).
Diskusi yang berlangsung produktif ini melibatkan perwakilan dari berbagai asosiasi strategis, termasuk HIMKI (Mebel dan Kerajinan), ADPII (Desainer Produk), PUPUK, PUM Belanda, serta ahli di bidang parfum dan aroma.
Potensi Unggulan Baru: Subsektor Aroma
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah potensi signifikan subsektor industri parfum, minyak atsiri, dan aromatherapy. Subsektor ini dinilai memiliki peluang besar untuk tumbuh dan bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dalam forum tersebut, Wamen Ekraf Irene menekankan pentingnya menciptakan ekosistem yang kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, asosiasi, dan komunitas kreatif. Kolaborasi lintas sektor ini diperlukan untuk menghadirkan solusi konkret dalam mendorong inovasi, hilirisasi produk, serta peningkatan nilai tambah industri kreatif Indonesia.
Urgensi Desain dan IFEX
Ketua Umum HIMKI, Abdul Sobur, menambahkan poin strategis mengenai urgensi penguatan Indonesia Design Trend sebagai landasan bersama dalam strategi desain produk kreatif nasional.
HIMKI menilai Indonesia International Furniture Expo (IFEX) merupakan platform ideal untuk merealisasikan agenda penguatan desain tersebut, sekaligus menjadi wadah untuk meningkatkan daya saing produk mebel dan kerajinan lokal di pasar global.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi besar Jabar, rombongan Wamen Ekraf melanjutkan kunjungan ke Jagat Aroma, event aroma terbesar di Jabar, yang diselenggarakan di Graha Manggala Siliwangi, Bandung. Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis kreativitas dan kearifan lokal di wilayah Jabar.


