Menjelang Hari Raya Idulfitri, tren busana muslim lokal di Makassar menunjukkan peningkatan signifikan. Anak muda menjadi salah satu penggerak utama meningkatnya minat terhadap produk fashion lokal yang mengusung desain sederhana namun tetap modern.
Toko-toko fashion dan gerai UMKM mulai dipadati konsumen yang mencari pakaian lebaran dengan karakter yang lebih personal. Potongan longgar, warna netral, serta detail minimalis menjadi pilihan favorit. Selain nyaman digunakan saat silaturahmi, desain tersebut dinilai cocok untuk berbagai kesempatan.
Media sosial turut berperan besar dalam mendorong tren ini. Banyak brand lokal memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan koleksi terbaru melalui foto dan video singkat. Anak muda Makassar pun aktif membagikan referensi gaya berpakaian lebaran yang mengutamakan kesan rapi dan simpel.
Meningkatnya minat terhadap busana muslim lokal juga membuka peluang bagi pelaku industri kreatif. Kolaborasi antara desainer, model lokal, dan kreator konten menjadi strategi promosi yang efektif menjelang Lebaran.
Tren ini mencerminkan perubahan pola konsumsi generasi muda yang semakin sadar akan identitas lokal. Busana muslim tidak lagi sekadar kebutuhan musiman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan ekspresi diri.


