Tren Ekonomi Kreatif 2025: Inovasi Lokal, Sustainable Fashion, dan Kuliner Jadi Ujung Tombak Pasar Global

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

Ditulis oleh Urwatul Wutsqaa

01/05/2025

Tahun 2025 menjadi momentum emas bagi sektor ekonomi kreatif (Ekraf) Indonesia. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor ini justru menunjukkan ketangguhan luar biasa, menjadikannya pilar baru perekonomian nasional. Berbagai inovasi berbasis budaya, keberlanjutan, dan digitalisasi kini menjadi ujung tombak penetrasi produk Indonesia ke pasar dunia.

Kontribusi Ekonomi Kreatif yang Terus Meningkat

Menurut data Kemenparekraf, sektor Ekraf telah berkontribusi sekitar 7,8% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun sebelumnya, dan diproyeksikan meningkat hingga 8,37% pada tahun 2025.

Fakta menarik lainnya: lebih dari 27 juta tenaga kerja Indonesia terlibat dalam industri ini. Selain itu, nilai ekspor produk Ekraf juga terus bertumbuh dengan rata-rata kenaikan 5,96% per tahun, mencakup subsektor utama seperti kuliner, fesyen, kriya, dan aplikasi digital.

Tiga Tren Besar yang Mendorong Pertumbuhan

Kemenparekraf mengidentifikasi tiga tren global utama yang akan menjadi pendorong pertumbuhan Ekraf Indonesia di tahun 2025:

  1. Local is the New Luxury: Konsumen global kini menghargai keunikan dan cerita budaya yang melekat pada produk. Produk lokal berbasis tradisi, seperti kerajinan tangan, batik, dan tenun, semakin diistimewakan, dibuktikan dengan keberhasilan brand lokal menembus pasar internasional.
  2. Experiential Culinary Experience: Industri kuliner bergeser, tidak lagi hanya tentang rasa, tetapi tentang pengalaman (storytelling). Restoran dan kafe kini menghadirkan konsep farm-to-table atau kolaborasi dengan seniman lokal, memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi wisata gastronomi.
  3. Revolusi Mode Berkelanjutan (Sustainable Fashion): Meningkatnya kesadaran lingkungan memicu permintaan untuk sustainable fashion berbahan organik atau daur ulang. Desainer Indonesia kini menjadi pelopor tren ini di Asia, didukung penuh oleh program pelatihan dan bantuan modal pemerintah.

Strategi Pemerintah: Digitalisasi dan Ekspansi Ekspor

Untuk memastikan Ekraf mencapai potensi maksimal, pemerintah mempercepat implementasi strategi kunci:

  • Digitalisasi Ekraf: Perluasan program pelatihan digital, mulai dari marketing hingga manajemen Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  • Fasilitasi Pasar Ekspor: Aktif memperluas pasar luar negeri melalui pameran internasional dan business matching.
  • Akses Pembiayaan: Mempermudah pelaku usaha mendapatkan modal melalui skema pembiayaan berbasis kreatif seperti Dana Ekraf.

Tantangan yang Harus Diatasi

Meskipun prospeknya cerah, sektor ini menghadapi tantangan serius, terutama terkait:

  • Perlindungan HKI: Kasus pembajakan dan plagiarisme yang masih marak, menghambat ekspansi global.
  • Kualitas SDM: Keterbatasan kemampuan manajerial dan digitalisasi di kalangan pelaku kreatif daerah.
  • Infrastruktur: Belum meratanya fasilitas produksi dan akses internet di beberapa daerah.

Kesimpulan: Dengan modal keragaman budaya dan populasi muda yang adaptif, Ekraf 2025 bukan hanya tentang industri, tetapi tentang bagaimana budaya, inovasi, dan teknologi bersatu menciptakan nilai ekonomi baru. Indonesia berpeluang besar menjadi kekuatan ekonomi kreatif terbesar di Asia Tenggara.

Share To:

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

MAKASSAR – Halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi mendadak berubah menjadi pusat kreativitas pada akhir pekan kemarin. Gelaran BLOOMFEST 2025 yang berlangsung selama dua

Selengkapnya »

LANGGANAN DI SUREL KAMI

Tetap selalu update dengan langganan dengan kami. Anda akan mendapatkan email berita terbaru dari kami

Go Local, Go Digital! BLOOMFEST 2025 Rumah BUMN Makassar Cetak UMKM Unggul dan Akselerasi Generasi Muda MAKASSAR, 30 NOVEMBER 2025 – Energi kreativitas dan semangat pemberdayaan ekonomi lokal kembali menggelora di Kota Makassar melalui gelaran akbar BLOOMFEST 2025. Digelar di halaman Rumah BUMN Makassar di Jalan Ratulangi pada 29–30 November 2025, festival ini sukses menjadi melting pot kolaborasi antara BUMN, BRI, Danantara Indonesia, dan sederet brand lokal. Mengusung tema “Let’s Grow, Glow, and Go Local Together!”, BLOOMFEST 2025 secara eksplisit menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar pameran, tetapi sebuah ruang belajar, kreasi, dan akselerasi yang bertujuan mendorong eksistensi UMKM di pasar yang semakin kompetitif dan membekali generasi muda dengan keterampilan praktis. Tiga Pilar Rangkaian Acara BLOOMFEST 2025 Festival yang berlangsung dua hari ini dirancang dengan sesi edukatif dan hiburan yang relevan bagi berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan peserta magang: Edukasi Tematik & Keterampilan Praktis: Menampilkan Workshop seperti Bag Charm, Glow Up Class, Pelatihan Rumah BUMN, Kelas Public Speaking, dan Workshop Flowers. Kompetisi Kreatif: Dibuka dengan Lomba Mewarnai Anak sebagai penarik perhatian keluarga. Bazar UMKM & Networking: Showcase produk dari sekitar 12 tenant binaan Rumah BUMN (kuliner, fesyen, kriya lokal) yang menjadi pusat perhatian sejak pagi hingga malam hari. Koordinator Rumah BUMN: Bukan Sekadar Event, Tapi Ruang Aktualisasi Ayu Anisela, Koordinator Rumah BUMN Makassar sekaligus pembina program internship, menegaskan bahwa BLOOMFEST 2025 memiliki peran strategis ganda dalam ekosistem kreatif. “Tujuan kegiatan ini adalah memperkuat pemberdayaan UMKM, menyediakan wadah belajar tematik, sekaligus menjadi final project bagi anak-anak internship. Kami ingin mereka paham karakter para pelaku usaha, bagaimana mereka berjuang, beradaptasi, dan tumbuh,” ungkap Ayu. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah tindak lanjut dari program unggulan Rumah BUMN, seperti pelatihan literasi digital, literasi dasar, literasi tematik, dan digital marketing. Harapan: UMKM Harus Eksis dan Praktis Ayu Anisela menyoroti pentingnya para pelaku usaha untuk tidak hanya menerima pelatihan, tetapi juga mempraktikkannya di dunia nyata. Hal ini sejalan dengan pengalaman positif para peserta magang. “Harapan kami, pelaku UMKM tidak hanya hadir, tapi juga eksis. kita mengharapkan para pelaku usaha UMKM bisa eksis dan bisa mempraktekkan apa yang mereka pelajari ketika pelatihan. Dan anak-anak magang juga harus berani terjun langsung, melihat dunia usaha dari dekat,” lanjutnya. Salah satu mahasiswa peserta magang, Risa dari Universitas Negeri Surabaya, mengaku belajar banyak mengenai komunikasi dan dapat mempraktikkannya dengan para pelaku usaha. Kepada seluruh pelaku UMKM dan generasi muda di Makassar, mari jadikan semangat BLOOMFEST 2025 sebagai energi pendorong! Jangan hanya berkreasi, tetapi juga berani berinovasi dan beradaptasi di era digital. Manfaatkan setiap peluang belajar dari Rumah BUMN. Ayo Go Local dan jadikan produk Makassar tuan rumah di pasar yang semakin kompetitif!

Read More »

Lintas Artikel

Olahraga

Gaya Hidup

Hiburan

Musik

Fashion

Scroll to Top